Jumat, 01 Mei 2020

Tasawuf Falsafi : Tokoh dan Pemikirannya




   A.   Tasawuf Falsafi
Tasawuf falsafi dapat disimpulkan dengan pemahaman yang menggunakan metode filsafat namun tetap mempertahankan rasa. Berbeda dengan tasawuf akhlaki, tasawuf falsafi menggunakan metode terminologi filosofis dalam pengungkapanny, terminologi ini bersumber dari macam-macam filsafat yang telah mempengaruhi tokoh-tokohnya., yang menjadi ciri ajaran filsafat tasawuf ini adalah ajarannya yang samar dan terkadang menggunakan istilah khusus di dalam pengungkapannya, yang terkadang hanya orang yang memahami ajaran tasawuf ini yang mengerti, tidak dikategorikan sebagai tasawuf yang murni karena ajarannya yang sering diungkapkan dalam bahasa filsafat dan lebih berorientasi pada panteisme.
Tokoh dari tasawuf falsafi beserta pemikirannya :
1.     Ibnu Arabi
Muhamad bin Ali bin Ahmad bin Abdullah Ath tha’l Al-Haetami. Beliau dilahirkan di Murcia daerah Andalusia Spanyol, pada tahun 560 H. Ia lahir dari keluarga berpangkat tinggi, hartawan dan ilmuan. Ia tinggal di Hijaz dan wafat disana pada tahun 638 H, fenomena yang terkenal darinya adalah Al-Futuhat Al-Makiyah yang ditulis pada tahun 1201 H. Ajarannya ada 3 yaitu :
·        Wahdad al wujud : semua makhluk itu adalah satu, kesatuan wujud didapat dari haliqnya.
·        Hakikat Muhamadiyah : penciptaan alam adalah keberlimpahan dari wujud yang satu yaitu Tuhan , dari yang satu itu muncul wujud yang lainnya dengan segala proses.
·        Wahdad Al Adyan : yaitu kesamaan agama, semua agama itu satu dan bersumber dari Tuhan.
2.     Al Jilli
Nama lengkapnya adalah Abdul Karim bin Ibrahin Al Jilli, lahir di Jilan tepatnya di provinsi selatan di Kaspi pada tahun 1365-1417M, ia adalah sufi terkenal di Baghdad, ajaran dari Al Jilli adalah :
·        Insan Kamil : manusia yang sempurna sebagai wujud dari Tuhan yang diumpamakan dengan cermin.
·        Maqamat : ia merumuskan tahapan untuk menjadi seorang sufi yang harus dilalui, diantaranya adalah islam, iman, ihsan, shalat, sahadat, sidqiyah dan qurban.
3.     Ibnu Sabin
Abdul Haq Ibnu Ibrahim Muhammad Ibnu Nasr lahir di mursia pada tahun 614H, seorang sufi dan filosof dari Andalusi ia digelari Quthbuddin, dan dikenal pula sebagai Abu Muhammad dan mempunyai asal-usul arab. Beliau lahir dari keluarga yang berkecukupan atas kemewahan yang dimilikinya itu ia sering kali mengasingkan diri dari segala bentuk kemewahan. Ajaran dari Ibnu Sab’in adalah :
·        Ajaran tentang kesatuan mutlak dari pemahaman tentang wujud yang hanya satu yaitu Tuhan. Ia menempatkan Tuhan pada bagian pertama, sebab Tuhan baginya adalah wujud yang pertama berarti paham ini bercorak spiritual dan bukan material
·        Menolak paham Aristotelian : ibnu Sabin membantah adanya konsep jamak dan berusah a menyusun logikanya sendiri menurut penalaran keilahian. Pemikiran yang membuat, melihat dan mendengar sesuatu yang baru yang belum dilihatnya dan didengarnya. Ibnu Sab’in menanamkan logika barunya itu dengan logika pencapaian mutlak tidak termasuk pencapaian logika yang bisa dicapai dengan penalaran tetapi termasuk tembusan dari ilahi. Kesimpulan dari tasawuf falsafi Ibnu Sab’in adalah realitas-realitas logika yang ada pada diri manusia yang bersifat alamiyah yang memberi kesan adanya wujud jamak bukan sekedar ilusi semata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar