A.
Tasawuf
Falsafi
Tasawuf
falsafi dapat disimpulkan dengan pemahaman yang menggunakan metode filsafat
namun tetap mempertahankan rasa. Berbeda dengan tasawuf akhlaki, tasawuf
falsafi menggunakan metode terminologi filosofis dalam pengungkapanny,
terminologi ini bersumber dari macam-macam filsafat yang telah mempengaruhi
tokoh-tokohnya., yang menjadi ciri ajaran filsafat tasawuf ini adalah ajarannya
yang samar dan terkadang menggunakan istilah khusus di dalam pengungkapannya,
yang terkadang hanya orang yang memahami ajaran tasawuf ini yang mengerti,
tidak dikategorikan sebagai tasawuf yang murni karena ajarannya yang sering
diungkapkan dalam bahasa filsafat dan lebih berorientasi pada panteisme.
Tokoh dari
tasawuf falsafi beserta pemikirannya :
1.
Ibnu
Arabi
Muhamad bin Ali bin Ahmad bin Abdullah Ath tha’l Al-Haetami. Beliau
dilahirkan di Murcia daerah Andalusia Spanyol, pada tahun 560 H. Ia lahir dari
keluarga berpangkat tinggi, hartawan dan ilmuan. Ia tinggal di Hijaz dan wafat
disana pada tahun 638 H, fenomena yang terkenal darinya adalah Al-Futuhat
Al-Makiyah yang ditulis pada tahun 1201 H. Ajarannya ada 3 yaitu :
·
Wahdad
al wujud : semua makhluk itu adalah satu, kesatuan wujud didapat dari haliqnya.
·
Hakikat
Muhamadiyah : penciptaan alam adalah keberlimpahan dari wujud yang satu yaitu Tuhan
, dari yang satu itu muncul wujud yang lainnya dengan segala proses.
·
Wahdad
Al Adyan : yaitu kesamaan agama, semua agama itu satu dan bersumber dari Tuhan.
2.
Al
Jilli
Nama lengkapnya adalah Abdul Karim bin Ibrahin Al Jilli, lahir di
Jilan tepatnya di provinsi selatan di Kaspi pada tahun 1365-1417M, ia adalah
sufi terkenal di Baghdad, ajaran dari Al Jilli adalah :
·
Insan
Kamil : manusia yang sempurna sebagai wujud dari Tuhan yang diumpamakan dengan
cermin.
·
Maqamat
: ia merumuskan tahapan untuk menjadi seorang sufi yang harus dilalui,
diantaranya adalah islam, iman, ihsan, shalat, sahadat, sidqiyah dan qurban.
3.
Ibnu
Sabin
Abdul Haq Ibnu Ibrahim Muhammad Ibnu Nasr lahir di mursia pada
tahun 614H, seorang sufi dan filosof dari Andalusi ia digelari Quthbuddin, dan
dikenal pula sebagai Abu Muhammad dan mempunyai asal-usul arab. Beliau lahir
dari keluarga yang berkecukupan atas kemewahan yang dimilikinya itu ia sering
kali mengasingkan diri dari segala bentuk kemewahan. Ajaran dari Ibnu Sab’in
adalah :
·
Ajaran
tentang kesatuan mutlak dari pemahaman tentang wujud yang hanya satu yaitu
Tuhan. Ia menempatkan Tuhan pada bagian pertama, sebab Tuhan baginya adalah
wujud yang pertama berarti paham ini bercorak spiritual dan bukan material
·
Menolak
paham Aristotelian : ibnu Sabin membantah adanya konsep jamak dan berusah a
menyusun logikanya sendiri menurut penalaran keilahian. Pemikiran yang membuat,
melihat dan mendengar sesuatu yang baru yang belum dilihatnya dan didengarnya. Ibnu
Sab’in menanamkan logika barunya itu dengan logika pencapaian mutlak tidak
termasuk pencapaian logika yang bisa dicapai dengan penalaran tetapi termasuk
tembusan dari ilahi. Kesimpulan dari tasawuf falsafi Ibnu Sab’in adalah
realitas-realitas logika yang ada pada diri manusia yang bersifat alamiyah yang
memberi kesan adanya wujud jamak bukan sekedar ilusi semata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar