Secara
etimologis kata khawarij berasal dari bahasa Arab (kharaja) yang berarti keluar,
nama ini diberikan kepada mereka karena mereka keluar dari barisan Ali. Adapun
yang dimaksud khawarij dalam terminology ilmu kalam adalah suatu
sekte/kelompok/aliran pengikut Ali bin
Abi Tholib yang keluar meninggalkan barisan karena ketidakkesepakatan terhadap
keputusan Aliyang menerima arbitrase
A.
Doktrin dan ajaran-ajarannya
Secara umum, ajaran-ajaran pokok golongan ini adalah kaum muslimin
yang berbuat dosa besar adalah kafir. Kemudian, kaum muslimin yang terlibat
dalam perang Jamal, yakni perang antara Aisyah, Thalhah, dan dan Zubair melawan
khalifah Ali bin Abi Thalib dihukumi kafir. Kaum Khawarij memutuskan untuk
membunuh mereka berempat tetapi hanya berhasil membunuh Khalifah Ali bin Abi
Thalib ra. Menurut mereka Khalifah harus dipilih rakyat serta tidak harus dari
keturunan Nabi Muhammad Saw. dan tidak mesti keturunan Quraisy. Jadi, seorang
muslim dari golongan manapun bisa menjadi khalifah asalkan mampu memimpin
dengan benar.
·
Doktrin
Aqidah
1.
Setiap
umat Muhammad Saw. yang terus menerus melakukan dosa besar hingga matinya belum
melakukan taubat, maka dihukumkan kafir serta kekal dalam neraka
2.
Manusia
bebas memutuskan perbuatannya bukan dari Tuhan.
3.
Qur’an
adalah makhluk.
4.
Memalingkan
ayat-ayat al-Quran yang bersifat mutasyabihat (samar)
·
Doktrin
politik
1.
Khalifah
tidak sah, kecuali melalui pemilihan bebas diantara kaum muslimin. Oleh
karenanya, mereka menolak pandangan bahwa khalifah harus dari suku Quraisy.
2.
Dosa
dalam pandangan mereka sama dengan kekufuran. Mereka mengkafirkan setiap pelaku
dosa besar apabila ia tidak bertobat. Dari sinilah muncul istilah kafir dalam
faham kaum Khawarij.
1.
Golongan
Al-Zariqoh
Nama ini diambil dari Nafi Ibnu al-Azraq, pemimpin utamanya, yang
memiliki pengikut sebanyak 20.000 orang. Di kalangan para pengikutnya, Nafi
Ibnu Al-Azraq digelari Amirul mukminin. Dalam pandangan teologisnya,
al-Azariqoh tidak menggunakan term/istilah kafir, tetapi menggunakan
term/istilah musyrik atau politeis. Musyrik adalah semua orang yang tidak
sepaham dengan ajaran mereka, termasuk mereka yang tidak berhijrah ke
daerahnya.
2.
Sekte
al-Ibadiah. Golongan ini merupakan golongan yang paling moderat dari seluruh
sekte Khawarij. Nama golongan ini diambil dari Abdullah Ibnu Ibad, yang pada
tahun 686 M. memisahkan diri dari golongan al-Azariqoh. Di antara faham sekte
al-Ibadiah adalah :
a) Orang Islam yang tidak sepaham dengan mereka bukanlah mukmin dan
bukan pula musyrik, tetapi kafir. Orang Islam demikian, boleh mengadakan
hubungan perkawinan dan hukum waris. Syahadat mereka diterima, dan membunuh
mereka yang tidak sefaham dihukumkan haram.
b) Muslim yang melakukan dosa besar masih
dihukumkan muwahid, bukan mukmin. Muslim yang melakukan dosa besar tidak
berarti sudah keluar dari Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar