Jumat, 01 Mei 2020

Aliran Khawarij, Tokoh dan Ajarannya



Secara etimologis kata khawarij berasal dari bahasa Arab (kharaja) yang berarti keluar, nama ini diberikan kepada mereka karena mereka keluar dari barisan Ali. Adapun yang dimaksud khawarij dalam terminology ilmu kalam adalah suatu sekte/kelompok/aliran  pengikut Ali bin Abi Tholib yang keluar meninggalkan barisan karena ketidakkesepakatan terhadap keputusan Aliyang menerima arbitrase

A.                Doktrin dan ajaran-ajarannya
Secara umum, ajaran-ajaran pokok golongan ini adalah kaum muslimin yang berbuat dosa besar adalah kafir. Kemudian, kaum muslimin yang terlibat dalam perang Jamal, yakni perang antara Aisyah, Thalhah, dan dan Zubair melawan khalifah Ali bin Abi Thalib dihukumi kafir. Kaum Khawarij memutuskan untuk membunuh mereka berempat tetapi hanya berhasil membunuh Khalifah Ali bin Abi Thalib ra. Menurut mereka Khalifah harus dipilih rakyat serta tidak harus dari keturunan Nabi Muhammad Saw. dan tidak mesti keturunan Quraisy. Jadi, seorang muslim dari golongan manapun bisa menjadi khalifah asalkan mampu memimpin dengan benar.
·         Doktrin Aqidah
1.      Setiap umat Muhammad Saw. yang terus menerus melakukan dosa besar hingga matinya belum melakukan taubat, maka dihukumkan kafir serta kekal dalam neraka
2.      Manusia bebas memutuskan perbuatannya bukan dari Tuhan.
3.      Qur’an adalah makhluk.
4.      Memalingkan ayat-ayat al-Quran yang bersifat mutasyabihat (samar)

·         Doktrin politik
1.      Khalifah tidak sah, kecuali melalui pemilihan bebas diantara kaum muslimin. Oleh karenanya, mereka menolak pandangan bahwa khalifah harus dari suku Quraisy.
2.      Dosa dalam pandangan mereka sama dengan kekufuran. Mereka mengkafirkan setiap pelaku dosa besar apabila ia tidak bertobat. Dari sinilah muncul istilah kafir dalam faham kaum Khawarij.
 ·         Golongan
1.      Golongan Al-Zariqoh
Nama ini diambil dari Nafi Ibnu al-Azraq, pemimpin utamanya, yang memiliki pengikut sebanyak 20.000 orang. Di kalangan para pengikutnya, Nafi Ibnu Al-Azraq digelari Amirul mukminin. Dalam pandangan teologisnya, al-Azariqoh tidak menggunakan term/istilah kafir, tetapi menggunakan term/istilah musyrik atau politeis. Musyrik adalah semua orang yang tidak sepaham dengan ajaran mereka, termasuk mereka yang tidak berhijrah ke daerahnya.
2.      Sekte al-Ibadiah. Golongan ini merupakan golongan yang paling moderat dari seluruh sekte Khawarij. Nama golongan ini diambil dari Abdullah Ibnu Ibad, yang pada tahun 686 M. memisahkan diri dari golongan al-Azariqoh. Di antara faham sekte al-Ibadiah adalah :
a) Orang Islam yang tidak sepaham dengan mereka bukanlah mukmin dan bukan pula musyrik, tetapi kafir. Orang Islam demikian, boleh mengadakan hubungan perkawinan dan hukum waris. Syahadat mereka diterima, dan membunuh mereka yang tidak sefaham dihukumkan haram.
 b) Muslim yang melakukan dosa besar masih dihukumkan muwahid, bukan mukmin. Muslim yang melakukan dosa besar tidak berarti sudah keluar dari Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar