Tasawuf merupakan fenomena dalam
islam yang bertujuan untuk membersihkan jiwa manusia untuk memiliki akhlak yang
mulia, dengan jalan ini orang-orang dapat mengetahui tentang cara-cara
melakukan pembersihan diri serta mengamalkan secara benar, para sufi dengan
berbagai alirannya memiliki konsep tersendiri mengenai jalan menuju Tuhan
dimulai dengan latihan rohaniyah lalu bertahap melalui berbagai fase atau
maqomat (tingkatan) dan keadaan yang berakhir dengan mengenal ma’rifat terhadap
Tuhan.
Perjalanan menuju Tuhan ini agar
memperoleh pengenalan yang disebut dengan kerangka irfani, untuk menuju
kerangka ini tidak dilalui dengan jalan yang mudah melainkan melalui proses
yang sangat panjang, proses ini biasa disebut sebagai maqom (tingkatan) dalam
maqom ini akan akan mengantarkan para sufi menuju tingkat selanjutnya.
Maqom jamaknya
maqomat yang dijalani para kaum Sufi umumnya berupa tobat, zuhud, faqr, sabar,
syukur, rela dan tawakal namun disini kita akan membahas satu maqomat saja
yaitu tobat.
Maqomat sendiri berasal dari bahasa
Arab yang artinya tempat orang berdiri atau pangkal yang mulia, maqomat sering
disebut juga dengan stage dalam bahasa inggris yang artinya tangga, sedangkan
dalam ilmu Tasawuf maqomat berarti kedudukan hamba dalam pandangan Allah
berdasar apa yang telah diusahakan.
Pengertian
Taubat dan Keterkaitan dengan Maqomat
Taubat secara bahasa berarti
“Kembali” secara istilah Taubat adalah rasa penyesalan sungguh-sungguh dalam
hati yang disertai oleh permohonan ampunan dan meninggalkan segala perbuatan
yang menimbulkan dosa, konsep tobat ini banyak sekali kebanyakan sufi
menjadikan tobat sebagai perhentian awal untuk menuju jalan Tuhan, pada tingkat
rendah dosa ini menyangkut pada sebuah kesalahan yang dibuat jasad, tobat ini
adalah sebagai usaha menyadarkan kembali akan jiwa yang bersalah, tobat dalam
tingkatan ini adalah penolakan terhadap yang lain sehingga dapat memalingkan
kita dari Allah. Maqom yang pertama yang harus ditempuh oleh kaum sufi adalah
taubat dan semua ahli sufi sepakat dengan hal ini mereka memandang bahwa tobat
adalah langkah awal kesadaran menuju tingkatan selanjutnya.
Urgensi
Taubat yang diterima Allah adalah
taubat orang yang mengerjakan kejahatan lalu bertaubat dengan segera, taubat
ini hukumnya wajib bagisetiap orang yang melakukan kesalahan, taubat yang
diterima oleh Allah adalah taubat yang sesungguhnya yaitu taubatan Nasuha,
syarat taubat nasuha antara lain : meninggalkan perbuatan maksiat, menyesali
perbuatan, berniat sungguh-sungguh untuk tidak melakukannya lagi. Ini jika dosa
tidak ada sangkut pautnya terhadap manusia, jika ada kaitannya maka ditambahkan
: menyelesaikan perkara hak yang dimaksud seperti jika berupa harta
dikembalikan pada yang punya jika berupa saksi/tuduhan segera meminta maaf dan
jika bergibah meminta maaf pada yang dighibahinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar