إِنَّ أَهَمَّ دَعَائِمِ السَّعَادَةُ الَّتِيْ يَسْعَى إِلَيْهَا البَشَرُ هُوَ أَنْ يَطْمَئِنَّ النَاسُ عَلَى حُقُوْقِهِمْ، وَ أَنْ يَسْتَقِرَّ العَدْلُ فِيْمَا بَيْنَـهُـمْ. وَ إِنَّا لَا نَكَادُ نَعْرِفُ شَيْئًا أَبْعَثَ لِلشَّقَاءِ وَ الفِتَنِ، وَ أَنْـفَى لِلهَدُوْءِ وَ الإِطْمِئْنَانِ بَيْنَ الأَفْرَادِ وَ الجَمَاعَاتِ مِنْ سَلْبِ الحُقُوْقِ، وَاغْتِيَالِ الأَقْوِيَاءِ حُقُوْقَ الضُّعَفَاءِ، وَ تَسَلُّطِ الجَبَّرِيْنَ عَلَى الآمِنِيْنَ المُسَالِمِيْنَ. وَ لَيْسَ مِنْ رَيْبٍ فِيْ أَنَّ هٰذِهِ الظَوَاهِرَ أَشَدُّ مَا يَقْطَعُ الصِّلاَتِ، وَ يَغْرِسُ الأَحْقَادَ، وَ يُثِيْرُ الإِنْـتِـقَامَ، وَ يُـهــــَدِّدُ المُجْتَمِعَ
مَكَانَةُ العَدْلِ فِيْ القُرْآنِ:
وَ قَدْ كَانَ فِيْ أَوَّلِ مَا قَرَّرَهُ الإِسْلَامُ حِفْظاً لِكِيَانِ المُجْتَمَعِ البَشَرِيِّ مَبْدَأُ العَدْلَ بَيْنَ النَاسِ. وَ قَدْ عُنِيَ بِهِ القُرْآنُ الكَرِيْمُ و حَذَّرَ مِنْ مُقَابِلِهِ وَ هُوَ الظُلْمُ. وَ أَمَرَ بِهِ عَامًّا حَتَّى مَعَ الأَعْدَاءِ
{وَ لاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَئَانُ قَوْمٍ عَلَى اَلَّا تَعْدِلُوْا، إِعْدِلُوْا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّـقْـوَى}
وَ مِنْ هُنَا، جَعَلَ اللّٰهُ العَدْلَ وَاسِطَةَ حَبَّاتِ العِقْدِ الَّذِي كَوَّنَ بِهِ لِرَسُوْلِ مَنْـهـَجَ الدَّعْوَةِ الإِصْلَاحِيَّةِ، الَّتِي حَمَّلَهَا إِيَّاهُ إِنْقَاذاً لِلبَشَرِيَّةِ مِنْ ظُلُمَاتِ الجَهْلِ وَ البَغْيِ وَ العُدْوَانِ
{فَلِذٰ لِكَ فَادْعُ وَاسْتَقِمْ كَـمَـا أُمِرْتَ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَ قُلْ آمَنْتُ بِمَا أَنْزَلَ اللّٰهُ مِنْ كِتَابٍ وَ أُمِرْتُ لأَعْدِلَ بَيْنَكُمْ}
أَمَرَ
القُرْآنُ
الكَرِيْمُ
بِالعَدْلِ
أَمْرًا
عَامًا،
دُوْنَ
تَخْصِيْصٍ
بِنَوْعٍ
دُوْنَ
نَوْعٍ،
وَ
لَا
بِطَائِفَةٍ
دُوْنَ
طَائِفَةٍ،
لِأَنَّ
العَدْلَ
نِظَامُ
اللّٰهِ
وَ
شَرْعِهِ،
وَ
النَّاسُ
عِبَادُهُ
و
خَلْقُهُ
يَسْتَوُوْنَ
أَمَامَ
عَدْلِهِ
وَ
حُكْمِهِ.
{وَ مَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَ هُوَ مُؤْمِنٌ فَأُلَئِكَ يَدْخُلُوْنَ الجَنَّةَ وَ لَا يُظْلَمُوْنَ نَقِيْرًا}
وَضَعَ
اللّٰهُ
العَدْلَ
هَكَذَا،
وَ
جَعَلَ
إِقْرَارَهُ
بَيْنَ
النَّاسِ
الهَدَفَ
مِنْ
بَعْثِ
الرُّسُلِ
وَ
إِنْزَلِ
الشَّرَائِعِ
وَ
الأَحْكَامِ
{لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالبَيِّنَاتِ وَ أَنْزَلْنَا مَعَهُمْ الكِتَابَ وَ المِيْزَانَ لِيَقُوْمَ النَّاسُ بِالقِسْطِ وَ أَنْزَلْنَا الحَدِيْدَ فِيْهِ بَأسٌ شَدِيْدٌ وَ مَنَافِعُ لِلنَّاسِ}
وَ
لَقَدْ
نَرَى
فِيْ
ذِكْرِ
الحَدِيْدِ
هُنَا
إِيْحَاءً
قَوِيًّا
وَاضِحًا
إِلَى
اَنَّ
إِقْرَارَ
العَدْلِ
فِيْمَا
بَيْنَ
النَّاسِ
وَاجِبٌ
إِلَهِيٌّ
مُحَتَّمٌ
لِلقَائِمِيْنَ
بِهِ
أَنْ
يَسْتَعِيْنُوْا
عَلَيْهِ
بِاسْتِعْمَالِ
القُوَّةِ
الَّتِي
سَخَّرَ
لَهَا
وَلِآلَاتِـهـَا
الحَدْيْدَ
وَ
هُوَ
ذُوْ
البَأْسِ
الشَّدِيْدِ.
Keadilan
Didalam
Islam
Sesungguhnya
pilar-pilar
kebahagiaan
yang paling penting
yang mana
manusia
berusaha
mencarinya,
adalah
bahwa
manusia
merasa
tentram
atas
hak-hak
mereka,
dan
dengan
menegakkan
keadilan
diantara
mereka.
Dan sesungguhnya
kita
hampir
saja
tidak
mengetahui
sesuatu
yang lebih
mendorong
kepada
sesuatu
yang menimbulkan
kesengsaraan
dan
fitnah, dan
lebih
meniadakan pada
ketenangan
dan
ketentraman
antara
beberapa
individu
maupun
kelompok
(masyarakat)
daripada
perampasan
hak,
dan
pembunuhan
oleh
orang yang mempunyai
kekuatan
terhadap
hak-hak
orang yang lemah, serta
tiran
(orang yang sewenang-wenang)
yang mengganggu
terhadap
keamanan
dan
kedamaian.
Dan tidak
diragukan
lagi
bahwa
dalam
fenomena
ini
lebih
jelas
kepada
memotong
tali
persaudaraan,
menanamkan
kebencian,
menimbulkan
dendam,
dan
mengancam
masyarakat.
Kedudukan keadilan dalam Al-Quran:
Dan sungguh
telah
ada
pada
mula
sesuatu
yang ditetapkan
islam
(yaitu)
pemeliharaan
terhadap
eksistensi
(keberadaan)
masyarakat
manusia
dengan
norma
keadilan
diantara
mereka.
Sungguh
Al-Quran telah
memperhatikan
(keadilan)
dan
memperingatkan
dengan
padanannya
yaitu
kedzaliman.
Dan Al-Quran telah
memerintahkan
(untuk
berlaku
adil)
dengan
menyeluruh
meskipun
terhadap
musuh-musuh
(Dan
janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk tidak berlaku adil. Berlaku adillah! Karena adil itu lebih dekat kepada takwa)
Dan
dari sini, Allah menjadikan keadilan kepada rasul-Nya sebagai benih ikatan perantara yang membentuk (dengan keadilan tersebut) sebuah metode dakwah yang bersifat memperbaiki, yang (metode dakwah itu) dibawanya sebagai penyelamat umat manusia dari gelapnya kebodohan, kedengkian, dan permusuhan.
(Maka karena itu, serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti nafsu mereka dan katakanlah "aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya aku berlaku adil diantara kalian")
Al-Qur'an
memerintahkan
untuk
berbuat
adil
dengan
perintah
yang umum
(menyeluruh)
tanpa
mengistimewakan
dengan
jenis
orang tertentu,
ataupun
sekte-sekte
tertentu.
Karena
keadilan
adalah
aturan
Allah dan
syariat-Nya,
dan
manusia
adalah
hamba-Nya
yang mereka
setara
dihadapan
keadilan
dan
hukum-Nya.
(Dan
barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita, sedangkan ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk kedalam surga dan mereka tidak dianiyaya walau sedikitpun.)
Allah
menempatkan keadilan demikian, dan menjadikan ketetapan keadilan tersebut sebagai tujuan dari diutusnya rasul-rasul dan diturunkannya syariat² dan hukum².
(Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka al-kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan, dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia)
Sungguh telah kita lihat dalam peringatan di surat Al-hadid disini, yang merupakan isyarat yang kuat dan jelas bahwa ketetapan keadilan diantara manusia adalah tugas ketuhanan yang diharuskan bagi penegaknya dengan (tugas) itu dengan mereka meminta pertolongan atasnya dengan penggunaan kekuatan yang dia telah menundukan kekuatan dan alat-alatnya yaitu besi, dan Dia adalah Pemilik kekuatan yang besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar