Model Pergantian Kepemimpinan pada Masa Khulafaur Rasyidin
A.
Abu
Bakar Siddiq
Sistem
pemerintahan yang membuat sukses Abu Bakar pada masanya karena beliau
menggunakan sistem musyawarah terbuka, pada saat itu banyak tokoh yang datang
namun tak sedikit pula yang hadir terutama beberapa tokoh ini antara lain :
Umar bin Khattab, Basyir bin Saad, Abu Ubaidah bin Jarrah dan Aqsid bin Kudair
mereka ini mewakili semua golongan islam terutama Muhajirin dan Anshor, ini
adalah awal dari demokrasi kepemimpinan islam.
B.
Umar
Bin Khatab
Abu Bakar yang
mengambil alih kekuasaan sebelumnya menunjuk pengganti dan sempat berwasiat
sebelum beliau wafat, hasil dari permusyawarahan dengan kaum muslimin
memutuskan yang ditunjuk menjadi khalifah selanjutnya adalah Umar bin Khattab,
maka setelah wafatnya Abu Bakar tampuk kepemimpinan digantikan kepada Umar bin Khattab,
hal ini dilakukan Abu Bakar mengingat pada masanya yang ditinggalkan nabi tanpa
membuat wasiat dan hal ini dilakukan agar tidak terjadi perselisihan dikalangan
kaum muslimin sebagai penggantinya. Tipe kepemimpinan ini biasa disebut dengan
sistem suksesi yang dijalankan dengan wasiat yang telah diberikan oleh
pendahulunya dan tidak melalui pemilihan pada pertemuan untuk menentukannya.
C.
Utsman
bin Affan
Umar wafat karena mendapat serangan dan ditikam oleh Abu Lu’luah
dan percepatan kepemimpinan dilanjutkan oleh Utsman bin Affan dengan sistem “Dewan
Formatur” dimana dalam sistem ini ada sekitar 5 dari 6 orang yang ditunjuk
oleh Umar sebelum kepeninggalannya. Diantara mereka ada Ali bin Abi Thalib,
Utsman bin Affan, Saad bin Abi Waqas, Abdurrahman bin Auf, Abdullah bin Umar
bin Khattab, Talhah bin Ubaidilah dan Zubair bin Awwam. Pada saat perundingan
Abdurrahman bin Auf mengundurkan diri dari list dan yang lain tetap bertahan,
pada saat itu juga terjadi saling dukung mendukung diantara yang lain, pada akhirnya
keputusan memihak kepada Utsman bin Affan, pembentukan ini dilakukan dari hasil
musyawarah yang diselenggarakan dengan yang lain dengan kelompok dewan formatur
sebelumnya.
D.
Ali
bin Abi Thalib
Tampuk kepemimpinan dilanjutkan oleh Ali bin Abi Thalib setelah
selesainya tugas Utsman bin Affan, dalam pidato pada saat pengukuhan Ali waktu
itu beliau menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah kalam yang ditutrunkan Allah yang
menjelaskan hal-hal yang baik dan meninggalkan yang buruk, perlindungan Allah
adalah perlindungan atas umat islam dan haram hukumnya untuk melukai tanpa
alasan yang yang berdasarkan atas hukum islam. Hal ini menjadi konflik pada
masa akhir jabatan Ali bin Abi Thalib yang pada akhirnya terjadi peperangan
timbul seperti perang Jamal dan perang Shiffin yang akhirnya terjadi Arbitrase
(masing-masing dari kubu ini memiliki hakum) untuk mengatasi konflik yang
sedang terjadi ini, hal ini terjadi akibat ulah Amr bin Ash dari Muawiyah
sampai akhirnya Ali dihentikan pada jabatannya, sistem kepemimpinan yang
sebelumnya demokrasi berubah menjadi sistem monarki atau turun-temurun.
Prestasi 4 Khulafaur Rasyidin dalam Peradaban Islam
A.
Abu
Bakar Siddiq
1.
Pesan
dari Rasulullah untuk pemberangkatan pasukan Usamah bin Zaid
Keinginan
Rasulullah yang belum terlaksana pada saat kepemimpinannya diteruskan oleh Abu
Bakar yaitu ingin mengirim pasukannya ke perbatasan Syiria untuk membalas
pembunuhan ayah Usamah yaitu Zaid, banyak masyarakat yang berusaha membatalkan
keberangkatannya itu, namun ternyata dalam khawatir itu telah memenuhi
kemenangan yang semakin membuat masyarakan teguh akan islam.
2.
Perang
melawan orang-orang murtad setelah Rasulullah wafat banyak masyarakat di
penjuru wilayah kembali pada agama yang dianut sebelumnya dan kembali kufur.
Para sahabat menahan Abu Bakar yang ingin memerangi orang-orang murtad itu
karena berbagai faktor, namun Abu Bakar yang kemudian beliau membentuk pasukan untuk
memerangi orang islam yang murtad, terjadilah peperangan yang kita sebut
sekarang sebagai perang Riddah yang membuat masyarakat islam kembali ke pelukan
dan kesetiaan seluruh Jazirah Arabia.
3.
Perang
Yamamah (11 H/632M); dalam perang Yamamah terjadi pertempuran akibat ada yang
mengaku sebagai nabi yaitu Musailamah Al-Kadzadzab dan kemenangan berpihak pada
islam, akhirnya semua penduduk kembali ke jalan islam dan bertobat, banyak yang
gugur dalam peperangan ini diantaranya adalah para tahfidz dari sini timbulah
inisiatif untuk menghimpun Al-Qur’an dalam mushaf.
4.
Penaklukan
islam; penaklukan islam dilakukan di sebagian wilayah seperti bagian timur
Persia dan Romawi
5.
Perang
Yarmuk; pertempuran ini terjadi di sekitar pinggiran di Yordania yaitu Yarmuk,
datang kabar duka Abu Bakar meninggal dunia dan digantikaan oleh umar. Walaupun
perang terjadi dan membuat kekacauan, hasil dari perang ini berhasil melawan
orang-orang Romawi dan Persia hal ini menunjukan bahwa islam sebagai agama yang
kuat dan mampu bersatu pada masa-masa seperti itu.
6.
Penghimpunan
Al-Qur’an (12H/633M); dilakukan agar Al-Qur’an tetap lestari mengingat dalam
perang Yamamah yang menewaskan banyak para tahfidz dan sejak saat itulah
Al-Qur’an dikumpulkan dalam satu mushaf.
B.
Umar
Bin Khatab
1.
Perkembangan
politik; pada masa Umar sangat baik , perluasan wilayah terjadi dengan cepat,
hal ini membuat Umar dengan cekatan memanajemen administrasi negara namun tak
sedikit tantangan yang dihadapi namun tetap berjalan, dan pada masa ini pula
Umar mulai merintis tata cara struktur pemerintahan yang desentralisasi dengan
bercorak pada pola pemerintahan yang tidak bertentangan dengan islam.
2.
Perkembangan
ekonomi : pada masa ini mulai terjadi perkembangan ekonomi yang signifikan
sehingga Umar mulai mengatur administrasi negara dan zaman ini telah ada sistem
bayar pajak tanah dan pembayaran gaji, pembuatan mata uang, dibentuknya tahun
hijriah dan penghapusan zakat bagi mualaf.
3.
Perkembangan
pengetahuan : dilihat dengan adanya pendirian masjid pada suatu kota yang telah
ditaklukan untuk mengembangkan pendidikan akhirnya menyebar luas, banyak pula
yang akhirnya menuntut ilmu dari penjuru daerah dan banyak ilmu yang
dikembangkan seperti kepenulisan, bahasa dan lainnya.
4.
Perkembangan
sosial : pada masa ini penduduk yang memeluk selain islam tetap mendapat
perhatian dan perlindungan dari Umar dengan membuat perjanjian antara lain keharusan
umat selain islam memberi akomodasi dan konsumsi bagi pasukan muslim yang
datang ke kotanya.
5.
Perkembangan
agama : pada zaman Umar Bin Khattab islam sangat berkembang dan kondisi umat
muslim sudah mulai kondusif dan pada masa ini islam mulai menggait negara luar
untuk bekerja sama dalam bidang apapun termasuk perkembangan agama.
C.
Utsman
bin Affan
Utsman bin Affan adalah seorang khalifah yang menggantikan Umar bin
Khattab, beliau menjadi khalifah selama kurang lebih 12 tahun dalam masa
pemerintahannya telah banyak prestasi yang menonjol atas kepemimpinannya pada
masa itu, diantaranya adalah :
1.
Kodifikasi
Mushaf Al-Qur;an : pada masa ini disusun panitia untuk menyusun Al-Qur’an yang
diketuai oleh Zid bin Tsabit dan anggotanya Abdullah bin Zubair dan Abdurrahman
bin Harits dan dilakukanlah penyalinan ulang yang kemudian diperbanyak sebagian
dikirim ke Qufah, Bashrah, Suriah dan sebagian tetap di Madinah yang kemudian
mushaf itu menjadi rujukan untuk memperbanyak dan menjadi rujukan untuk
penyalinan berikutnya.
2.
Renovasi
Masjid Nabawi : masjid nabawi adalah masjid pertama yang didirikan nabi,
seiring berkembangnya zaman semakin banyak orang yang beribadah ke masjid
nabawi akhirnya usman memutuskan untuk merenovasi, memperluas dan mempercantik
tampilan masjid
3.
Pembentukan
Angkatan Laut dilakukan karena semakin
luasnya wilayah kejayaan iislam dan terjadilah pengusulan untuk dibentuk
angkatan laaut yang disambut dengan baik oleh khalifah Usman bin Affan.
4.
Perluasan
Wilayah : wilayah Azerbaijan yang berhasil ditaklukan membuat cangkupan wilayah
islam semakin luas dan dengan wilayah yang lain pun sama.
D.
Ali
bin Abi Thalib
1.
Mengganti
pejabat yang kurang cakap :
2.
Membenahi
Keuangan Negara : pada masa Utsman bin Affan banyak kerabatnya yang diberikan
fasilitas negara, hal ini membuat Ali memutuskan untuk mengambil kembali dan
kemudian yang kemudian disimpan di baitul mal untuk kesejahteraan rakyat, hal
itu pun yang membuat konflik yang kemudian terjadi perang Jamal dan Shiffin.
3.
Memajukan
bidang ilmu dan bahasa : penyebaran islam telah mencapai berbagai negara, pada
saat ini huruf hijaiyah belum ada tanda baca sehingga sulit dibaca oleh orang
non Arab, akhirnya dikembangkanlah pokok-pokok ilmu nahwu untuk mempelajari
bahasa Arab agar mempermudah orang dalam memahami Al-Quran dan hadis.
4.
Memajukan
dalam bidang pembangunan : khalifah Ali membangun Kuffah untuk kemudian
dikembangkan menjadi tempat pusat ilmu tafsir, ilmu pengetahuan, hadis dan
nahwu.
Persamaan dan Perbedaan Sistem Pemerintahan yang Dilakukan 4 Khulafaur Rasyidin
Dapat diambil kesimpulan bahwa pada masa kekhalifahan ke-4
Khulafaur Rasyidin ini menggunakan sistem demokrasi yang dikemas dengan cara
yang berbeda pada masa kepemimpinan masing-masing khalifah, namun sistem
kepemimpinan berubah pada masa Ali bin Abu Thalib yang akhir dari
kepemimpinannya harus terhenti sebelum masanya habis dan di ganti dengan sistem
monarki.
Penjelasan dengan Menggunakan Argumentasi
Dalam pembahasan kali ini membahas
tentang model kepemimpinan, prestasi serta pemerintahan yang dilakukan olh ke-4
Khulafaur Rasyidin, bahwa setiap masa pada khalifah ini mempunyai peran penting
untuk keemajuan peradaban islam sehingga tetap lestari sampai saat ini, terbukti
dengan perkembangan politik, ekonomi, sosial dan budaya serta ilmu pengetahuan
yang berkembang pada masa kini adalah bukti dari perjuangan para terdahulu yang
mengupayakan agar islam merdeka dan menjadi agama yang moderat tanpa
meninggalkan hukum-hukum islam.
Pada
masa khalifah ilmu-ilmu berkembang dan banyak tokoh-tokoh bermunculan seperti
tokoh tafsir dan lain-lain, kita dapat menerapkan cara kepemimpinan
khulafaurasyidin ini dalam berorganisasi ataupun ketatanegaraan, antara ilmu
dunia dan akhirat pun dalam masyarakat terdahulu di zaman khulafaurasyidin
seimbang sehingga bisa diterapkan di masa kini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar