Sabtu, 25 April 2020

MASA DISINTEGRASI ISLAM




 Latar belakang terjadinya Perang Salib
Perang salib(perang suci) yang terjadi ini menyebabkan Paus Urbanus II menyerukan perang suci kepada umat kristen yang ada di Eropa untuk merebut kembali keleluasaan berziarah di Baitul Maqdis yang dikuasai oleh dinasti Seljuk yang memberatkan umat kristen berziarah ke sana. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, gerakan ekspansi yang dilakukan oleh Alp Arselan adalah peristiwa Manzikart menjadi sebuah peristiwa penting pada tahun 464H(1071M). Alp Arselan menyerang tentara Romawi yang berjumlah 200.000 orang, terdiri dari pasukan tentara Romawi, Al-Hajr, Prancis, Armenia dan Ghuz, berhasil dikalahkan oleh prajuritnya yang hanya 15.000 orang . Peristiwa ini menyebabkan kebencian umat kristen kepada umat islam sehingga menimbulkan permusuhan yang pada akhirnya terjadi perang salib. Kebencian bertambah ketika dinasti Seljuk berhasil merebut Bait Al-Maqdis pada tahun 471H. Dari kekuasaan dinasti Fathimiyah yang berada di Mesir. Para penguasa Seljuk membuat peraturan untuk umat kristen yang hendak berziarah kesana, peraturan itu dirasakan sangat sulit untuk mereka dan untuk memperoleh kembali kebebasan berziarah ke tanah suci kristen dilakukanlah perang suci yang dilakukan oleh Paus Urbanus II pada tahun 1095, dimana Paus Urbanus II menyeru kepada kristen di Eropa untuk melakukan perang, dari sinilah perang ini kemudian dikenal sebagai perang salib dan terjadi dalam tiga periode.

      Periodesasi Perang Salib dan Hasilnya (dampaknya) bagi Kristen dan Islam
PERIODE I
            Periode pertama disebut sebagai periode penaklukan, kerjasama antara kaisar Alwxus I dan paus Urbanus II kembali membangkitkan umat kristen yang menyebabkan terjadinya pergerakan pasukan yang tidak memiliki pengalaman dalam berperang sehingga terjadi penghancuran, pemberontakan, perampokan dan bentrok dengan penduduk Hongaria dan Byzantium yang pada akhirnya membuat pasukan salib dapat dengan mudah dikalahkan oleh pasukan dinasti Seljuk. Dimana pada periode berikutnya pasukan salib yang dipimpin oleh Godfrey of Bouillon berhasil menaklukan Palestina(Yerusalem)pada juli 1099, kaum salib melakukan pembantaian besar-besaran meluluhlantahkan umat islam, sebelum menguasai Bait Al Maqdis, pasukan ini telah berhasil merebut Anatalia selatan, Tarsus, Antiolia, Allepo, dan ar-Ruba’ (Eddesa), juga merebut Tripoli, Syam (Suriah), dan Arce. Setelah penaklukan Bait Al-Maqdis berdiri kerajaan Latin-kristen di Timur , Godfrey menjadi raja dan mendirikan kerajaan latin III. Edessa (1099) oleh raja Baldwwin, dan Tripoli dibawah kekuasaan raja Reymond.
PERIODE II
            Periode ini disebut sebagai periode reaksi umat islam, pada saat jatuhnya kekuasaan umat islam ke tangan kaum salib, membangkitkan umat islam untuk menghimpun kekuatan menghadapi mereka dibawah kepemimpinan Imaduddin Zanki yaitu gubernur Mosul. Kaum muslim berhasil merebut kembali Allepo dan Addesa pada saat maju menyerang pasukan salib. Nurrudin Zanki melanjutkan kepemimpinan sepeninggal Ayahnya dan berhasil membebaskan negara-negara di bagian Timur. Dan yang berhasil dibebaskan adalah Damaskus (1147), Antiolia (1149),dan Mesir (1169). Kemenangan kaum muslim dan munculnya Salahuddin Yusuf Al-Ayubi berhasil membebaskan Baitul Maqdis dan kerajaan latin di Yerusalem berakhir, hal ini menyebabkan kaum salib berontak dan menyusun strategi untuk pembalasan dan mengirim ekspedisi yang dipimpin oleh raja-raja besar yang ada di Eropa yaitu Frederick I (Barbarossa, Kaisar Jerman), Richard I (Thelion hearted Raja Inggris), dan phillif II (Augustus, Raja Prancis) yang bergerak pada tahun 1189M, meskipun perjuangan yang dilakukan Salahudin berat namun ia mampu kembali menguasai Akka namun tidak berhasil memasuki Palestina, kemudian dibuatlah perjanjian antara tentara salib dengan Salahuddin yang disebut dengan Shulh Al Ramlah dimana dalam perjanjian ini umat kristiani yang berziarah ke Bait Al-Maqdis tidak akan diganggu dan terjamin keamanannya dan daerah pedalaman menjadi milik umat islam, adapun daerah pesisir yang ada di Utara Arce dan Jaita ada dibawah kekuasaan salib.
PERIODE III
            Periode ke-3 dikenal dengan periode kehancuran di dalam pasukan salib atau perang dengan saudara-saudara kecil yang disebabkan oleh ambisi untuk memperoleh kekuasaan dan sesuatu yang bersifat materialistik. Pada masa ini tentara salib di pimpin oleh Frederick II, mereka yang berusaha merebut Mesir terlebih dahulu sebelum ke Palestina berharap dengan seperti itu mendapat bantuan dari kristen Qibhti. Bangsa salib berhasil menguasai Dimyatdan pada waktu itu Al-Malik Al-Kamil melepas Palestina, dimana Frederick berjanji tidak mengirimkan pasukannya dan memastikan kaum muslim disana aman, pada masa berikutnya Palestina berhasil direbut kembali oleh umat islam pada tahun 1274M dimasa pemerintahan Al Malik Al Shaleh, raja Mesir setelahnya. Pada masa pimpinan perang yang dipegang oleh Baybars dan Qalawun Akka dapat direbut kembali oleh kaum muslimin pada tahun 1291M.

Dampak Perang Salib Terhadap Kristen
àBerakhirnya zaman kegelapan , pada abad pertengahan Eropa mengalami masa kegelapan, dikarenakan dogma gereja dan kekuasaan disana sangat kuat, yang menyebabkan penghambatan perkembangan ilmu pengetahuan, pada masa itu jika ada yang berani menentang gereja akan dihukum mati. Terjalinnya hubungan kristen Eropa dengan bangsa muslim membuat bangsa kristen mempelajari ilmu pengetahuan. Babak baru pada zaman Eropa dimulai pada tahun 1400-an(zaman renaisance), perubahan zaman mempengaruhi reformasi gereja.
àPenyerapan ilmu pengetahuan diberbagai bidang mulai diserap lebih intensif diserap pada masa perang salib. Dalam perdagangan terjadi dengan pesat antara Timur(Asia) dan Barat(Eropa), dalam bidang pembangunan, kastil-kastil yang semula dibangun dengan kayu di rubah menjadi batu yang tebal seperti di Timur.
àjalur sutera yang merupakan jalur perdagangan yang menghubungkan China – Asia Tengah – Timur Tengah – hingga Italia menyebabkan bangsa Eropa mencari jalan lain untuk mendapatkan rempah-rempah dari Asia dan hal ini menyebabkan penjelajahan samudera dan menjadikan laut menjadi jalur transportasi pada masa itu.

Dampak perang salib terhadap islam
àsejak perang salib ke-4 hingga kekuasaan Turki Utsmani 1453, Byzantium yang telah dikuasai umat islam mengalami kehancuran, menyebabkan kawasan pendukung kristen Ortodoks mengalami kehancuran.
àterjadinya perang salib tidak memberi keuntungan bagi pengembangan pengetahuan umat islam , sebaliknya menyebabkan kehilangan sebagian warisan dari kebudayaan.
àperang salib yang telah menghabiskan aset bangsa dan telah menelan banyak korban, penguasa, panglima perang dan rakyat menjadi korban. Perang yang diarahkan pada kaum muslimin oleh pasukan salib selalu didahului dengan pembantaian masal, hal ini menyebabkan rusaknya tatanan masyarakat yang dalam limit tertentu menjadi penyebab dari keterbelakangan umat islam dari umat yang lain.



    Asal Usul Bangsa Mongol dan Dampak Invasi Mongol terhadap
Peradaban Islam
Bangsa Mongol berasal dari Asia Tenggara biasa disebut dengan Mongolia, nenek moyang mereka adalah Alanja Khan yang mempunyai dua putera kembar yaitu Tartar dan Mongol, dimana kedua putera ini berhasil melahirkan dua suku besar yaitu Tartar dan Mongol. Orang-orang Mongol mempunyai watak yang kasar, suka berperang, menyembah berhala, selalu berbuat apapun agar keinginannya dapat tercapai meskipun harus menantang maut sekalipun. Mereka menganut agama Syamaniah(Syamanism), yaitu menyembah binatang dan sujud kepada matahari yang sedang terbit, mereka juga patuh terhadap pemimpinnya pada masa itu yaitu Yesugay Khan(Yasugi Bahadur Khan). Dimana pada masanya mengalami kemajuan besar-besaran. Setelah kematian Yesugi kepemimpinan dialihkan oleh puteranya Timujin yang pada masa itu masih berusia 13 tahun, ia berhasil memperkuat angkatan perangnya dan menyatukan bangsa Mongol dengan bangsa lain, ia digelari Chengis Khan(raja yang perkasa) pada tahun 1206M.

Invansi Bangsa Mongol
Invansi bangsa Mongol terjadi karena peristiwa Utrar pada tahun 1218 ketika gubernur Khawarizm dan saudagar muslim membunuh utusan Chengis dan hal ini menyebabkan Mongol menyerbu islam dan menaklukan wilayah Tranxonia dimana daerah ini berada di wilayah Khawarizm, padahal sebelumnya kedua kubu ini hidup damai berdampingan. Penghancuran terjadi di kota Bukhara di Samarkand yang terdapat makam imam Bukhari  tidak luput dari serangan. Jalal Al-Din yang menggantikan Ayahnya Sultan Ala Al Din yang tewas pada saat pertempuran di Mazindaran.Jalal Al-Din melarikan diri ke India karena terdesak peperangan Attock tahun 1224M dari sini pasukan Mongol terus ke Azerbaijan, disetiap daerah yang dilewati terjadi pembantaian besar, kehancuran tempat-tempat yang indah, masjid-masjid, gedung-gedung dibakar. Pada saat kondisi yang telah lemah Sultan Khawarizm dan Jalal Al-Din terus membendung pasukan Mongol, Sultan yang tidak sekuat dulu akhirnya melakukan pelarian ke gunung dan akhirnya dibunuh oleh seorang Kurdi. Karena kerajaan-kerajaan islam telah terpecah belah dan melemah, Tulli anak dari Chengis Khan menguasai Khurasan dan dengan mudah menguasai Irak. Bagdhdad akhirnya dikuasai oleh Hulagu Khan anak Tulli dan Humat islam dipimpin oleh beliau, selanjutnya dipimpin oleh Ahmad Tegunder yang akhirnya ditangkap dan dibunuh oleh Arghun yang kemudian menggantikannya menjadi raja, Arghun adalah raja dari dinasti Ilkhan yang sangat kejam terhadap umat islam

Dampak Invasi Mongol Terhadap Peradaban Islam
Ada dampak positif dan negatif akibat dari serangan Mongol ini terutama pada saat Baghdad jatuh ke tangan Mongol. Dampak negatifnya seperti terjadi kehancuran dimana-mana akibat dari serangan Mongol dari wilayah Timur hingga ke Barat, pembunuhan terjadi dimana-mana seperti pada masa Hulagu yang membunuh khalifah Abbasiyah dan keluarganya, dan seperti Arghun yang membunuh Tegunder karena masuk islam. Bangsa Mongol yang semula memeluk agama nenek moyangnya beralih menganut agama Budha dan berempati pada orang Kristen yang pada masa itu menuju pada kebangkitan dan menghentikan dakwah islam di kalangan Mongol. Pusat Dinasti Abbasiyah yaitu Baghdad hancur dimana disana terdapat banyak tempat untuk belajar, perpustakaan dan koleksi buku habis dilalap api oleh Hulagu.
Dampak positif dari kekuasaan Mongol setelah para pemimpinnya masuk islam. Masyarakat menerima agama islam karena asimilasi dan bergaul dengan masyarakat muslim dalam rentang waktu yang panjang, seperti halnya Ghazan yang menganut agama Budha pada akhirnya menjadikan islam sebagai agama resmi, rupanya ia telah mempelajari agama islam sebelum mengokohkan dirinya masuk agama islam dan terpengaruh oleh menterinya Rasyiyuddin pada masanya menyuruh kaum Yahudi dan Kristen melarang riba, mencetak uang yang bercirikan islam, dan membayar ziyah.

Kamis, 23 April 2020

SEJARAH PERADABAN ISLAM DI ANDALUS (SPANYOL)



            Spanyol telah diduduki oleh umat islam sejak masa khalifah Al-Walid (705-715M) seorang khalifah dari Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus, dari sejak menginjakan kaki di Spanyol hingga jatuhnya kerajaan islam terakhir disana, masa itu berlangsung sekitar tujuh setengah abad lamanya, islam telah memberi pengaruh besar atas kehadirannya yang signifikan terhadap peradaban Spanyol dan telah mengantarkannya pada kemajuan dunia.
            Sebelum islam menaklukan Spanyol, umat islam telah menguasai Afrika Utara dan telah menjadikannya sebagai provinsi dari Dinasti Umayyah, pada masa Khalifah Al-Walid, Hasan ibn Nu’man sudah digantikan oleh Musa ibn Nushair yang berhasil menduduki Aljazair dan Marokko, dimana pada saat daerah itu telah benar-benar di kuasai, islampun mulai menitikberatkan penaklukan terhadap Spanyol, Afrika adalahh batu loncatan bagi umat islam untuk selanjutnya menaklukan Spanyol.
            Dalam penaklukan Spanyol terdapat pahlawan-pahlawan islam yang berjasa diantaranya adalah Tharif ibn Malik, Thariq ibn Ziyad dan Musa ibn Nushair. Pada awalnya Tharif menyebrangi selat diantara Maroko dan Benua Eropa dengan satu pasukan perang, lima ratus orang diantaranya tentara berkuda yang menaiki kapal yang telah disediakan oleh Julian, dalam penyerbuan Tharif menang karena tidak ada perlawanan namun pada masa itu terjadi kemelut dalam kerajaan Visighotic pada masa itu menguasai Spanyol, dibawah pimpinan Thariq bin Ziyad, Musa ibn Nushair mengirim pasukan sebanyak 700 orang ke Spanyol pada tahun 711M. Pasukannya sebagian besar dari suku Bar-bar yang didukung Musa Ibn Nushair dan sebagian dari orang Arabyang dikirim oleh khalifah Al-Walid, kemudian pasukan itu menyebrangi selat yang mendarat di gunung Gibraltar (Jabal Tariq) maka terbukalah pintu menuju Spanyol, didalam pertempuran disuatu tempat yang bernama Bakkah, Raja Roderick di kalahkan, Thariq dan pasukannya akhirnya menaklukan kota-kota penting yang ada disana.
Pada saat penaklukan Spanyol oleh islam, kondisi sosial, politik, ekonomi negeri itu dalam keadaan memburuk dan menyedihkan dimana pada saat itu penguasa Ghotic tidak memberi toleransi terhadap pemeluk agama yang dianut oleh penguasa yaitu aliran Monofisit dan Yahudi dimana bagian ini rakyat dibagi-bagi dalam sistem kelas. Perpecahan internal Spanyol membuat keberhasilan atas islam pada tahun 711M, pada masa pemerintahan Romawi, ekonomi negeri sangat baik namun sejak dikuasai Kerajaan Goth perekonomian menjadi lumpuh, kondisi yang terburuk terjadi pada masa pemerintahan Raja Roderick, Raja Goth terakhir yang dikalahkan islam, keadaan sosial di Spanyol membuat jalan bagi umat islam menaklukan Spanyol. Sikap dan toleransi umat islam disambut baik penduduk Spanyol

PERKEMBANGAN DAN KEMAJUAN  PERADABAN ISLAM DI ANDALUS
            Islam memainkan peranan penting dalam perkembangannya di Spanyol dan dapat dibagi menjadi enam periode :
PERKEMBANGAN
1.      Periode pertama (711-755 M)
Pada periode ini pemerintahan di tangan khalifah bani Umayyah yang berpusat di Damaskus, pada periode ini terjadi politik yang belum sepenuhnya stabil sehingga mengakibatkan pergantian Gubernur hingga dua puluh kali, dan hal ini sering menyebabkan perang karena perbedaan politik. Terjadinya konflik internal dan serangan musuh dari luar maka dalam periode ini islam belum melakukan langkah dalam perkembangan pembangunan di bidang kebudayaan dan peradaban dan periode ini berakhir dengan datangnya Abd Al-Rahman Al-Dakhil ke Spanyol pada tahun 138H/755M.
2.      Periode kedua (755-912 M)
Pada periode ke-2 ini, Spanyol berada di bawah pemerintahan seorang amir (panglima/gubernur) namun tidak tunduk pada kekuasaan pemerintahan islam yang dipegang oleh khalifah Abbasiyah pada masa itu di Baghdad, amir yang pertama adalah Abdurrahman I (138H/755M) yang diberi gelar Al-Dakhil, dan beberapa penguasa Spanyol pada masa ini adalah Abd Al-Rahman, Al-Dakhil, Hisyam I, Hakam I, Abd Al Rahman Al-Ausath, Munzir ibn Muhammad, Abdullah ibn Muhammad, Muhammad ibn Abd Al-Rahman.  Pada masa ini umat islam yang berada di Spanyol mulai menunjukan kemajuan dalam berbagai bidang politik ataupun peradaban, dimana pada masa ini Al-Dakhil membuat sebuah masjid Cordova dan sekolah-sekolah di sebagian wilayah di Spanyol. Hisyam berjasa dalam perkembangan  dan penegakan hukum islam, Hakam sebagai pembaharu di bidang kemiliteran di Spanyol dan memprakasai tentara bayaran, sementara Abd Al-Rahman Al-Autsh di kenal sebagai penguasa yang cinta akan ilmu. Perkembangan filsafat juga mulai berkembang dimasa ini, sehingga kegiatan ilmu pengetahuan semakin semarak di Spanyol.
3.      Periode ketiga (912-1013 M)
Dalam periode ke-3 ini dimulai dari pemerintahan Abd Al-Rahman III yang bergelar “An-Nasir”, dan munculnya raja-raja kelompok yang dijuluki dengan aebutan Muluk Al-Thawaif, khalifah besar pada masa ini adalah Abd Al-Rahman Al-Nasir (912-961 M), Hakam II (961-976 M), dan Hisyam II (976-1009 M). Islam mencapai puncak kemajuan dan kejayaan pada periode ini. Abd Al-Rahman Al-Nashir mendirikan Universitas Cordova, Hakam II mendirikan perpustakaan dan memiliki ribuan koleksi buku, pada masa ini pembangunan kota sangat cepat.
Awal kehancuran bani Umayyah pada masa ini ketika Hisyam naik tahta pada umurnya yang menginjak usia sebelas tahun. Khilafah menunjuk Ibn Abi Amir pada tahun 981M, sebagai pemegang kekuasaan mutlak, beliau adalah seorang yang ambisius dengan menyingkirkan saingannya untuk memperluas kekuasaan islam, beliau di beri gelar Al-Manshur Billah dan wafat pada tahun 1002 M yang kemudian digantikan oleh anaknya Al-Muzaffar dan tetap mempertahankan kejayaannya, namun setelah ia wafat pada tahu  1008M, ia yang digantikan oleh adiknya yang tidak memiliki kualitas dalam memimpin, pada saat itu terjadi kekacauan dan kehancuran dan pada tahun 1009M para khalifah mengundurkan diri, dan pada tahun 1013M, dewan menteri yang memerintah di Cordova menghapus jabatan kekhalifahan, pada saat itu Spanyol telah terpecah ke dalam bagian-bagian kecil yang berpusat pada kota-kota tertentu.
4.      Periode keempat (1013-1086 M)
Pada periode ke-4, Spanyol telah terpecah menjadi lebih dari tiga puluh negara kecil yang berada dibawah pemerintahan raja golongan Al-Mulukuth Thawaif yang berpusat di Abbadiyah di Sevile, Cordova, Toledo dan yang lainnya, pada masa ini umat islam berada dalam pertikaian intern. Keadaan politik tidak stabil pada masa ini namun perkembangan intelektual terus berkembang . istana-istana mendorong para sastrawan dan para sarjana untuk mencari perlinfungan kepada istana-istana lain pada masa itu.
5.      Periode kelima (1086-1248 M)
Pada periode ke-5 ini ada kekuatan antara kekuasaan dinasti Murabithun (1086-1143M) dan Dinasti Muwahiddun(1146-1235M). Pasukan Castilia di kalahkan oleh dinasti Murabithun, dinasti Muhawiddun masuk Spanyol dibawah pimpinan Abd Al-Mun’im dan telah menguasai Cordova, Almeria dan Granada, pada dinasti ini mengalami perkembangan dan kemajuan dan pada tahun 1212M mengalami kemunduran karena Kristen telah menang atas Las Navas de Tolesa dan Cordova, seluruh Spanyol kecuali Granada yang lepas dari kekuasaan islam.
6.      Periode Keenam (1248-1492 M)
Periode ke-6 ini, islam hanya berkuasa di Granada dibawah dinasti bani Ahmar (1232-1492M). Dimaana islam mengalami kemajuan kembali, berakhirnya Spanyol karena sebuah perebutan kekuasaan. Abu Aabdullah Muhammad tidak senang karena Ayahnya menunjuk saudaranya dan bukan dia, terjadilah sebuah pemberontakan, dalam pemberontakan itu Ayahnya terbunuh dan digantikan oleh Muhammad Ibn Saad dimana pada saat itu Abu Abdullah meminta bantuan kepada Isabella dan Ferdenand untuk menjatuhkannya, pada akhirnya Abdullah naik tahta atas kemenangannya dan kemudian para kristen itu balik menyerang dan hendak merebut kekuasaan islam di Spanyol yang pada akhirnya Abu Abdullah menyerah dan memberikan kekuasaannya pada orang kristen itu yang telah membantunya dahulu, berakhirlah kekuasaan islam di Spanyol tahun 1492M, dimana pada waktu itu umat islah diberi pilihan antara masuk kristen atau pergi dari Spanyol dan pada tahun 1609M tidak ada lagi islam di daerah ini.
KEMAJUAN
            Banyak prestasi yang telah di torehkan islam terhadap perkembangan peradaban di Andalus yang kemudian membawa Eropa pada kemajuan dunia yang lebih kompleks
1.      Kemajuan dalam bidang intelektual
·         Filsafat
Perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan terjadi pada abad ke-9M pada masa pemerintahan bani Umayyah oleh Muhammad ibn Abd Al-Rahman (832-886M)karya ilmiah dan filsafat diimpor dari timur dimana Cordova dapat menyaingi Baghdad dengan perpustakaan dan Universitas-universitasnya. Tokoh filsafat Spanyol adalah Abu Bakr Muhammad ibn Al-Sayigh yang dikenal dengan ibn Bajjah , tokoh kedua adalah Abu Bakr ibn Tufail yang menulis kedokteran, astronomi dan filsafatnya yang terkenal adalah Hay ibn Yaqzam, pada abad ke-20 muncul ibn Rusyd dari Cordova dimana ia mempelajari dengan hati-hati keserasian antara filsafat dengan agama.
·         Sains
Banyak sekali ilmu sains yang berkembang diantaranya adalah matematika, ilmu kedokteran, astronomi, kimia dan lain-lain. Ahmad ibn Ibn Ibas ahli dalam bidang obat-obatan, Umm Al-Hasan bint Abi Ja’far dan saudara perempuan Al-Hafidz adalah dua orang ahli kedokteran di kalangan wanita, Ibrahim ibn Yahya yang mengembangkan teropong modern yang dapat menentukan jarak antara bintang dan tata surya dan masih banyak yang lainnya.
·         Fiqih
Spanyol dikenal menganut mazhab Maliki yang diperkenalkan oleh Ziyad ibn Al-Rahman dan banyak ahli fiqih lain diantaranya Abu Bakr ibn Alquthiyah, Munzir ibn Said Al-Baluthi dan yang terkenal lainnya adalah ibn Hazm. Dimana dalam perkembangannya ditentukan oleh ibn Yahya yang pada waktu itu menjadi qadhi pada masa Hisyam ibn Abd Al-Rahman
·         Musik dan Kesenian
Tokoh yang berperan mengembangan musik dan kesenian di Spanyol adalah Al-Hasan ibn Nafi atau dikenal Zaryab, dimana dalam perkembangannya mencapai puncak kegemilangan, Zaryab terkenal sebagai seorang pengubah lagu dan sering menunjukan keterampilannya, darah kesenian kemudian beralir ke anaknya dan juga kepada masyarakat dan budak-budak dan hal itu membuat perkembangannya semakin luas.
·         Bahasa dan Sastra
Bahasa Arab menjadi bahasa yang sering digunakan oleh bangsa Spanyol bahkan mereka menomorduakan bahasanya dan mereka juga ahli dalam bahasa dan tatanannya diantara dari mereka adalah ibn Sayidih, Abu Hayyan Al-Gharnati, dan lain-lain. Karya sastra terus berkembang seiring perkembangan bahasa seperti Al-Iqd Al Farid karya ibn Abd Rabbih, kitab Al Qalaid karyaAl-Fath ibn Khaqan dan masih banyak lagi yang lainnya.
2.      Pembangunan Fisik
·         Cordova
Cordova adalah salah satu ibukota di Spanyol, oleh penguasa muslim kota ini di perindah dan dibangun fasilitas-fasilitas penujang lainnya, taman-taman, jembatan besar dan istana-istana yang dibangun disana semakin memperindah kpemandangan dan yang menjadi kebanggaan lainnya adalah masjid Cordova, dimana terdapat 491 masjid disana menurut ibn Al-Dala’i, disamping itu ada juga 900 pemandian disekitarnya terdapat perkampungan dan karena air disana tidak dapat diminum, para penguasa muslim saat itu membuat saluran air yang mengalir sepanjang 80Km.
·         Granada
Arsitektur di Granada terkenal di seluruh Eropa, dimana dulunya Granada menjadi tempat terakhir pertahanan umat islam, salah satu karya arsitektur yang terkenal adalah Al-Hamra yang megah lagi indah dan menjadi puncak ketinggian arsitektur di Spanyol, kemajuan tentang pembangunan ini masih dapat diperpanjang dengan melihat kota-kota Al-Zahra, menara Grilida dan yang lainnya.

PENGARUH PERADABAN ISLAM SPANYOL DI EROPA
            Pengaruh peradaban islam berawal dari banyak pemuda-pemudi kristen Eropa yang belajar di Universitas-universitas islam di Spanyol, selama belajar disana mereka melakukan penerjemahan-penerjemahan dari karya ilmuwan muslim, yang kemudian setelah menimba ilmu mereka pulang ke negerinya membuat Universitas-universitas yang sama, Universitas pertama di Eropa adalah Universitas Paris yang didirikan pada tahun 1231M, berdiri pula 18 Universitas di akhir zaman pertengahan Eropa, ilmu yang mereka dapatkan kemudian diterapkan pada Universitas yang dibuatnya seperti ilmu kedokteran dan filsafat. Pengaruh dari perkembangan ilmu pengetahuan atas Eropa ini menimbulkan gerakan kebangkitan kembali (renaissance)berkembangnya pemikiran Yunani kali ini karena terjemahan Arab yang dipelajari dan di terjemahkan ke dalam bahasa Latin. Meskipun islam telah terusir dengan cara yang keji namun islam telah membawa pengaruh besar dan telah membangkitkan kebudayaan Yunani klasik(renaissance)bermula di Italia pada abad ke-16, pencerahan pada abad ke-16 dan rasionalisme pada abad ke-17M.

SEJARAH PERADABAN ISLAM MASA BANI ABBASIYAH


Bani Abbasiyah di dirikan oleh Abdullah Al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn Al-Abbas, adalah lanjutan dari bani Umayyah sebelumnya, dinamakan bani Abbasiyah karena pendiri dari kekuasaan ini adalah dari keturunan bani Abbasyaitu paman nabi Muhammad. Kekuasaan Bani Abbasiyah berlangsung dengan lama dari tahun 132 H(750M) s.d 656H/1258M. Dalam sistem pemerintahannya di sesuaikan dengan perubahan politik semasa pemerintahannya, dengan itu pada masa Abbasiyah dibagi menjadi 5 periode yaitu :
1.      Periode Pertama (132 H/750 M – 232 H/847 M), disebut periode pengaruh Persia pertama.
2.      Periode Kedua (232 H/847 M – 334 H/945 M), disebut masa pengaruh Turki pertama.
3.      Periode Ketiga (334 H/945 M – 447 H/1055 M), masa kekuasaan dinasti Buwaih dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah. Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua.
4.      Periode Keempat (447 H/1055 M – 590 H/1194 M), masa kekuasaan dinasti Bani sejak dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah, biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua.
5.      Periode Kelima (590 H/1194 M – 656 H/1258 M), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif disekitar kota Baghdad.
Orang Abbasiyah merasa merasa lebih berhak dari bani Umayyah sebelumnya, karena merka adalah cabang dari nabi Muhammad. Dinasti Abbasiyah telah berhasil mengantarkan umat islam pada masa Golden Age namun tidak dapat dipungkiri juga dinasti Abbasiyah mempunyai permasalahan yang kompleks seperti permasalahan kudeta, pemberontakan dan munculnya dinasti-dinasti baru yang pada awalnya dinasti Abbasiah lah yang tunggal di daerah Asia.

Deskripsi Perkembangan Peradaban yang dihasilkan Bani Abbasiyah
·         Pada periode pertama dimana dinasti Abbasiyah mengalami puncak kemajuan faktor yang terjadi karena asimilasi dalam dinasti Abbasiyah, selanjutnya beberapa partisipasi orang-orang non Arab terutama bangsa Persia dalam pengembangan dalam berbagai bidang, selanjutnya fokus pemerintah ada pada pembangunan daripada perluasan wilayah, namun pada pemerintahan khalifah Al-Mu’tasim melakukan pemindahan pusat pemerintahan ke Bagdhdad ke Sammara yang disebabkan oleh sikap orang Turki yang mendominasi kekuasaan didinasti ini.
·         Periode kedua, Mada masa khalifah yang dipimpin oleh Al-Mutawakill dan para wakilnya lemah dalam pemerintahan, menjadi kesempatan orang Turki untuk mengambil alih kekuasaan, satu sisi kemunduran terjadi sehingga menimbulkan konflik  dan polemik disisi lain perkembangan ilmu pengetahuan terus meningkat
·         Periode ketiga : pada masa ini terjadi konflik tak berujung yang semakin membuyruk karena khalifah pada masa ini berada dibawah dinasti Buawihiyang menganut paham syiah yang paling mendominasi penyebab kemunduran dinasti Abbasiyah , namun perkembangan politik semakin stabil dan perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan meningkat pesat didukung oleh banyaknya tokoh-tokoh muslim yang muncul untuk memajukan peradaban islam.
·         Periode keempat : masa ini dimulai pada tahun 1055-1199M, pada periode ini Bani Buawihi lah yang memegang tampuk kekuasaan bani Abbasiyah yang akhirnya mulai terkalahkan oleh bani Seljuk. Bani Buawihi yang menyebarkan paham syiah akhirnya tersingkirkan, dan pada periode ini terjadi runtuhnya kekuasaan Bani Seljuk karena faktor internal dan kekhalifahan terbebas pada masa ini dari pengaruh dinasti lainnya.
·         Periode lima : pada masa ini mengalami kebebasan dari dinasti lainnya. Pada masa ini pemerintahan berada di Baghdad tidak lagi terjadi penurunan perpolitikan.

Faktor Pendukung dan Kemajuan yang Dicapai Dalam Bidang Politik, Ekonomi, Ilmu Pengetahuan dan Contohnya

·         Politik
àKota Baghdad digunakan sebagai ibukota negara yang menjadi pusat berbagai kegiatan ekonomi, politik sosial dan kebudayaan
àpara khalifah dari keturunan Arab, sementara pegawai pemerintahan lainnya banyak yang berasal dari keturunan Persia dan Mawali
àpara menteri yang diberikan kekuasaan penuh dalam menjalankan pemerintahan
è Kebebasan berpikir dan HAM diakui
è Ilmu pengetahuan yang dipandang sebagai ilmu yang penting dan mulia
·         Ekonomi
Terjadi pergerakan yang signifikan dalam bidang perdagangan, perindustrian yang berkembang seperti pada bidang kimia, kain Linen di Mesir dan kurma di Iraq, selanjutnya industri perdagangan ini di perdagangkan ke berbagai daerah, karena perkembangan ini terjadi urbanisasi yang pesat, selain itu dalam bidang pertambangan seperti emas yang ikut andil dalam perkembangan pada masa itu, berhasil pula dalam kehidupan perekonomian
1.      Pertanian, dimana para khalifah memberikan keringanan pajak hasil bumi
2.      Perindustrian berkembang yang terus berkembang sehingga ada beberapa kota yang disebut sebagai kota industri
3.      Usaha memperbaiki kemudahan dalam perdagangan pada dinasti ini terjadi pembangunan sumur, tempat-tempat yang dilalui jalur dagang, membangun armada-armada dagang dan untuk melindungi diri dari serangan bajak laut.
·         Ilmu Pengetahuan
Usaha para sarjna-sarjana muslim hyang giat menerjemahkan manuskrip-manuskrip peninggalan Persia, Hindu dan lain-lainnya dalam segala macam ilmu pengetahuan. Hal ini ditandai dengan munculnya tokoh-tokoh ilmuan muslim seperti Ibnu Sina, Ar-Razi, Alkwarizmi, Al-Farazi dan lain-lain, gerakan ilmiah /etos keilmuan seperti melaksanakan ajaran Al-Quran secara maksimal, melaksanakan isi hadis, mengembangkan iklmu agama dengan ijtihad.
Dampak Kehancuran Abbasiyah Terhadap Peradaban Islam Zaman Klasik dan Contohnya
kecenderungan masing-masing bangsa yang mendominasi kekuasaan yang sudah dirasakan sejak awal khalifah Abbasiyah berdiri, setelah Al Mutawakil seorang khilafah yang lemah naik tahta dominasi tentara Turki tak terbendung lagi, sejak itu kekuasaan Bani Abbasiyah sebenarnya sudah berakhir, kekuasaan beralih kepada orang-orang Turki, posisi yang di rebut oleh Bani Buawih, bangsa Persia periode ketiga yang selanjutnya beralih oleh dinasti Seljuk pada periode keempat.
            Dalam kegiatan ekonomi mengalami kemunduran setelah politik, setelah memasuki periode kemunduran, pendapatan negara menurun sementara itu pengeluaran meningkat tajam, menurunnya pendapatan dikarenakan menyempitnya daerah kekuasaan dan kerusuhan yang mengganggu aktivitas masyarakat, munculnya dinasti-dinasti kecil yang memerdekakan diri dan tidak membayar upeti serta para pejabat yang berkehidupan mewah dan melakukan korupsi semakin menambah kehancuran dalam bidang ekonomi.
            Dalam keagamaan terjadi konflik yang melatarbelakanginya,sehingga timbul perpecahan internal, perbedaan pendapat terhadap soal-soal abstrak yang tidak ada kepastiannya dalam hidup mempunyai akhir yang buruk dan menimbulkan permusuhan yang lebih sengit dari perbedaan yang lain.
Disamping faktor internal ada juga faktor eksternal

Khalifah Abbasiyah lebih mementingkan kepentingan pribadi dibanding kepentingan rakyatnya pada periode terakhir dan melakukan kelalaian dalam menjalankan tugas negara, menjalani kehidupan bermewah-mewah sementara rakyat menderita, selain itu supermasi bangsa turki menyebabkan jatuhnya dinasti ini, hal ini disebabkan karena kelompok Arab dan Persia memiliki kecemburuan atas dinasti ini. Sikap anti Turki pada akhirnya menjadi latar belakang timbulnya pergerakan pelepasan diri sejumlah dinasti yang membawa dinasti Abbasiyah pada kehancuran.

PERADABAN ISLAM MASA BANI UMAYYAH


Sejarah Ringkas Berdirinya Umayyah.
·         Bani Umayyah adalah kekhalifahan islam yang pertama setelah Khulafaurasyidin yang memerintah dari tahun 661 M sampai 750 M dengan Damaskus sebagai pemerintahannya, nama dinasti ini dapat rujukan dari Ummayah Abd Asy-Syam kakek buyut dari Muawiyah bin Abu Sufyan
·         Muawiyah bin Abi Sofyan ini dalam membangun sistem pemerintahannya dikenal sebagai seseorang yang pandai melakukan taktik tipu muslihatnya yang licikmeskipun hal itu bertentangan dengan ajaran islam, ia tidak takut melakukan hal-hal yang dilarang untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, terbentuknya Daulah Bani Umayyah tidak lepas dari kejadian tafkhim, Ali yang sudah terbujuk oleh Muawiyah yang pada akhirnya mengalami kekalahan dalam politik.
·         Daulah Bani Umayyah yang telah mampu melakukan ekspansi yang sempat terhenti pada masa Ali, Tunisia dapat ditaklukan, di wilayah Khurasan hingga sungai Oxus dan Afganistan hingga kabul telah dikuasai oleh Muawiyah.
·         Angkatan bersenjata lautnya melakukan sejumlah serangan ke kota Bizantium, Konstatinopel, ekspansi ke wilayah timur yang dilakukan Muawiyyah setelah itu dilanjutkan oleh khalifah Abdul Malik, mengirim tentaranya melewgai sungai Oxus dan berhasil menundukan Balkhan dan wilayah lainnya. Ekspansi berlanjut ke barat di zaman Walid bin Abdul Malik dimasanya ini masyarakat merasakan ketentraman, kedamaian, kemakmuran dan umat islam merasa hidup bahagia, pada masa kekuasaannya ini yang berjalan kurang lebih 10 tahun tercatat ekspedisi militer dari Afrika utara. Aljazair dan Maroko dapat ditaklukan dibawah pimpinan Tariq bin Ziyad beserta tentaranya melewati selat maroko dan Benua Eropa dan mendarat di Jabal Tariq atau sekarang dikenal dengan Gibraltar yang akhirnya tentara Spanyol dapat ditaklukan Spanyol inilah yang menjadi sasaran ekspansi seterusnya, pasukan islam mendapat dukungan dari masyarakat yang telah lama menderita akibat dari kekejaman penguasanya.
·         Sepeninggalan Umar bin Khattab, kekuasaan beralih pada khalifah Yazid bin Abd Malik, ia kurang memperhatikan rakyat dan lebih menikmati kemewahannya, masyarakat yang sebelumnya hidup damai dan tentram akhirnya menjadi kacau, terjadinya kerusuhan hingga khalifah seterusnya, di zaman Hisyam ada kekuatan baru yang muncul hal ini menjadi tantangan berat bagi Bani Umayyah yaitu Bani Hasyim yang didukung oleh golongan mawali, perkembangan berikutnya kekuatan baru ini menggulingkan Bani Umayyah dan digantikan dengan dinasti baru yaitu bani Abbas akhirnya pada tahun 750 Mumayyah digulingkan oleh Bani Abbasiyah yang pada saat itu bersekutu dengan Abu Muslim Al Khurasani.

Perkembangan Peradaban yang dihasilkan Daulah Umayyah
·         Perkembangan yang dihasilkan daulah Bani Umayah meliputi perpindahan ibukota dari dari Damaskus ke Syiria, hal yang menjadikan faktor ini karena di Madinah sebagai pusat pemerintahan khulafaurasyidin sebelumnya masih ada kelompok yang antipati terhadapnya dan di Madinah pun kurang memiliki pengikut berbeda ketika di Damaskus pengaruhnya telah menaruh nilai simpati masyarakat untuk memunculkan kekuatan yang kuat
·         Dalam ekspansinya kekuatan politik dan militernya sangat kuat
·         Mendirikan madrasah-madrasah untuk kepentingan ilmu pengetahuan
·     Memperluas wilayah kekuasaannya ke Asia sampai Afrika bagian utara sampai ke Spanyol
·    Perkembangan dalam bidang administrasi ketatanegaraan seperti lembaga keadilan dan sebagainya

Faktor Pendukung dan Kemajuan yang Dicapai dalam Bidang Politik, Ekonomi dan Ilmu Pengetahuan Umayyah dan Contohnya
=>Ada dua faktor yang memicu kemajuan peradaban islam Bani Umayyah yaitu faktor eksternal dan internal.
=>Faktor eksternal dalam pengembangan ilmu pengetahuan
·         Akibat dari asimilasi bangsa Arab dengan bangsa lain menyebabkan ilmu pengetahuan cukup berkembang, hal ini bisa dilihat dari salah satu asimilasi dengan Persia dimana perkembangan ilmu filsafat, sastra, astronomi dan dibidang pemerintahan,
·         Penerjemahan di masanya yang berkembang bisa dilihat dari sisi historis dimana proses penerjemahan dibagi tiga fase, pada masa Khalifah Al-Mansyur –Harun ar-Rasyid dimana pada fase ini didominasi oleh karya-karya dalam bidang mantiq dan astronomi, yang kedua pada masa khalifah Al-Makmun dimana buku-buku banyak yang diterjemahkan terlebih filsafat dan kedokteran,yang ketiga dimana proses pengembangan ilmu pengetahuan semakin berkembang pada saat setelah adanya pembuatan kertas.
·         Adanya semangat untuk mencapai kemajuan dalam berbagai ilmu pengetahuan
·         Perkembangan terjadi dari unsur pembawaan ajaran islam dan unsur dari luar

=>Faktor pendukung dalam bidang politik yaitu :
·         Pada masa pemerintahan  Bani Umayyah adalah masa yang agresif dan lebih menekankan pada perluasan wilayah, dalam bidang politik bani Umayyah membuat tatanan pemerintahan baru hal itu untuk memenuhi tuntutan perkembangan wilayah dan administrasi negara yang semakin berkembang hal ini dapat dibuktikan dengan bani Umayyah yang membentuk banyak sekertaris untuk membantu pelaksanaan tugas seperti Katib al-jundi, yaitu sekertaris yang bertugas menyelenggarakan berbagai hal yang berkaitan dengan ketentaraan.

=>Faktor pendukung perkembangan dalam bidang ekonomi :
·         pembangunan di bidang ekonomi merupakan hal pentingl dalam pembangunan suatu negara. Tanpa didukung oleh ekonomi yang kuat, mustahil suatu negara dapat melaksanakan pembangunan-pembangunan di bidang yang lain secara baik dan sempurna. Perkembangan perekonomian pada masa pemerintahan Dinasti Umayyah secara umum sudah mulai meningkat sebelumnya. Meningkatnya perekonomian yang membawa kepada kemakmuran rakyat pada dinasti ini, sebenarnya tidak terlepas  dari kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dilakukan khalifah, di samping dukungan masyarakat terhadap kebijaksanaan-kebijaksanaan tersebut, pengembangan ekonomi yang telah dikembangkan Umayyah diantaranya pembangunan pertanian termasuk irigasi dan penggalian terusan dan masih banyak lagi.
                Namun bagaimanapun baiknya perkembangan pada masa daulah Bani Umayyah ini tidak dapat dielakan ketika terjadi konflik internal yang terbukti dengan banyaknya pemberontakkan yang muncul dan menghasilkan perang saudara masa itu.